Tampilkan postingan dengan label tangsel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tangsel. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Desember 2022

Wanita Muda Ditemukan Tewas di Indekos Serpong, Polisi Dapati Luka di Leher dan Dada pada Jasad 

Foto : ilustrasi


TANGSEL - R (31) wanita karyawan Supermarket Total Buah Segar ditemukan tewas di kamar kosnya di Jalan Lengkong Astek, Gang Belimbing, Serpong, Tangerang Selatan, Sabtu (17/12/2022) pukul 15.00.


Dari hasil olah TKP awal polisi, diduga kuat R tewas karena dibunuh. Sebab ditemukan bekas luka di leher korban.


Kapolres Tangsel AKBP Sarly Solllu mengatakan korban ditemukan tewas oleh saksi sekitar pukul 15.00 WIB.



"Korban merupakan karyawan Total Buah. Korban ditemukan telah meninggal dunia oleh saksi yakni pemilik kos," kata Sarly.


Setelah menerima laporan kata Sarly, aparat Polsek Serpong datang ke lokasi kejadian dan melakukan olah TKP.


"Ditemukan di badannya, ada luka di sekitar lehernya. Jadi kemungkinan adanya tindakan kekerasan yang dilakukan oleh seseorang yang mengakibatkan korban meninggal dunia," katanya saat ditemui di lokasi kejadian, Sabtu (17/12/2022).


Sarly menyebutkan pihaknya telah mengamankan sejumlah barang bukti dalam kasus ini,


Tak hanya itu, Saely mengklaim sudah mendapat petunjuk soal pelaku pembunuhan.


"Sementara ini kami masih kami dalami terutama pelaku. Untuk jenazah dibawa ke rumah sakit untuk autopsi," ujar Sarly.

Menurut Sarly, pihaknya juga telah menghubungi keluarga korban.


Keluarga korban juga ada di sini, menyaksikan langsung jenazah," kata Sarly.


Dengan adanya sejumlah petunjuk, Sarly optimis dalam waktu dekat pihaknya akan bisa membekuk pelaku pembunuhan.


Adapun barang bukti yang sudah diamankan kata Sarly yankni baju korban, buku, dan selimut.


"Situasi TKP berantakan atau tidak beraturan, saat jenazah ditemukan," katanya


(Kontributor Tangsel : Nahrawi)

Editor : Adi Sahroji

Kamis, 06 Oktober 2022

Tembok Sekolah Di Ciputat Roboh, Timpa 5 Mobil


TANGSEL - Tembok pagar pembatas antara sekolah Labschool cirendeu dengan sekolah Al Fath Cirendeu, Pisangan, Kota Tangerang Selatan, roboh. Tembok setinggi 2,5 meter tersebut roboh dan menimpa 5 mobil yang terparkir berjajar.

Kapolres Tangerang Selatan AKBP Sarly Sollu membenarkan peristiwa itu. Pagar tembok lapangan roboh akibat tidak mampu menahan debit air.

"Iya benar, tembok di Sekolah Al Fath roboh pada Kamis (6/10) kemarin, tetapi tidak ada korban jiwa," ujar Kapolres Tangsel AKBP Sarly Sollu, Jumat (7/10/2022).

Tembok pagar pembatas yang memisahkan sekolah Labschool Cirendeu, dengan sekolah Al-Fath tersebut roboh pada, Kamis (6/10) sekitar pukul 14.30 WIB. Peristiwa ini terjadi saat hujan deras mengguyur kawasan Ciputat.

“Seharian kemarin hujan, dan terjadi luapan serta genangan di Tangerang Selatan. Salah satunya di Pisangan, Tangsel ini. Dari terjangan genangan air itu, pagar tembok tidak mampu menahannya hingga akhirnya rubuh,” katanya,


Akibat kejadian tersebut, dipastikan tidak ada korban jiwa. Hanya saja, 5 mobil mengalami kerugian materil karena terimpa.

“Ada 5 mobil yang tertimpa, tanpa ada korban jiwa atau luka,” ujarnya.

Lima mobil tersebut yaitu Toyota Fortuner, Toyota Raize, Toyota Alphard, Honda Jazz, dan Toyota Yaris, milik para penjemput peserta didik di sekolah tersebut. (Red / adi)

Rabu, 05 Oktober 2022

Aksi Pencurian Sepeda Motor Berhasil di Gagalkan Warga, Terekam Kamera CCTV di Pondok Aren


Dua pencuri sepeda motor yang terekam kamera Close Circuid Television ( CCTV ) gagal beraksi karena rem cakram motor tergembok. Peristiwa ini terjadi di indekos di Jalan Nias, RT 09 RW04, Pondok Pucung, Pondok Aren, Tangerang Selatan ( Tangsel ).


Peristiwa itu terjadi pada Selasa 4 Oktober 2022 pagi, sekitar pukul 04.16 WIB. Kedua pelaku terlihat datang mengendarai sepeda motor matik. Seorang pelaku turun lantas membuka gerbang indekos tersebut.


Usai memasuki halaman indekos, pelaku lalu menjebol kunci kontak sepeda motor milik penghuni. Dalam rekaman CCTV, pelaku bersusah payah menyeret kendaraan tersebut. Dia pun kebingungan hingga sempat mencari batu guna membongkar gembok yang terpasang pada cakram. 


"Motor itu pakai gembok di cakram. Jadi dia getok pakai batu beberapa kali, nggak jebol-jebol gemboknya. Waktu suara berisik dia getok-getok itu terus saya bangun, saya coba lihat dari dalam," terang Raymon (43), pemilik kos, Rabu (05/10/22).


Pelaku terlihat frustrasi tak bisa membongkar gembok. Segala cara dilakukan, termasuk dengan mengangkat roda bagian depan lalu menyeret kendaraan ke luar gerbang. Namun upaya itu gagal karena pemilik kos dan tetangga sekitar keburu meneriaki pelaku.


"Motor posisinya udah ditengah gerbang, tapi tetap nggak bisa kebongkar gemboknya keburu ketauan kita teriakin, ada tetangga yang mau salat shubuh ngejar, tapi enggak kena," jelasnya. 


Pencurian motor di Jalan Nias sudah sering terjadi. Biasanya pelaku sudah mengintai lebih dulu lokasi kendaraan yang akan dicuri. Mereka memilih waktu beraksi menjelang pagi hari, di mana kebanyakan orang masih pulas tertidur. 


"Kalau di Jalan Nias ini sering, tapi kalau di kos-kosan ini yang pertama," tutup Raymon.


📰 SindoNews

@jurnalistangsel


Selasa, 04 Oktober 2022

Tol BSD Serpong KM 8 Terendam Banjir Mencapai Ketinggian 90cm

Tangkapan layar instagram @satlantaspolrestangsel


TANGSEL - Banjir menggenangi jalan tol BSD Serpong setelah hujan deras mengguyur kawasan Tangerang Selatan (Tangsel) sejak Selasa sore. Banjir merendam ruas jalan tol di KM 8 Jalan Tol Serpong, Pondok Aren. Selasa (4/10/2022).


Kepala Unit Turjawali Polres Tangsel Inspektur Polisi Satu Rokhmatulloh mengatakan kepolisian berupaya mengatasi kemacetan di Tol BSD tersebut. Polisi menutup arus lalu lintas di pintu masuk Tol Rawa Buntu dan sebelum Intermax.



"Jadi kendaraan arus lalu lintas yang memasuki tol sementara kita tutup untuk mengurangi kepadatan yang ada di dalam tol. Lanjut yang sudah telanjur masuk tol dibelokkan ke kiri (di KM 10 ) melalui Tol Bandara ke Bintaro bisa ke luar Parigi," ujarnya.


Rokhmat mengatakan saat ini ketinggian banjir di KM 8 sudah mencapai 90 cm. "Arus lalu lintas Tol Serpong Pondok Aren mengalami kepadatan dikarenakan di KM 8 ada genangan air setinggi 90 sentimeter," ujarnya.

Diimbau, pengendara menghindari titik banjir ini atau menggunakan jalur alternatif lain ini.


Bagi pengendara yang melintas dari arah Pondok Indah menuju BSD, bisa keluar di Exit Pondok Ranji Bintaro. (Red/adi)

Senin, 01 November 2021

Hujan Deras disertai Angin Kencang Mengakibatkan Pohon Tumbang Timpa Puluhan Motor Di Ciputat


Hujan lebat disertai angin kencang, mengakibatkan sebuah pohon tumbang menimpa puluhan motor yang berada dihalaman Parkir di Jalan Aria Putra, Ciputat, Kota Tangsel. Minggu (31/10/21) sore. 

"Tadi pas mau ashar ujan trus anginnya kan juga angin gede banget, tiba-tiba denger suara brug, pas ditengok pohon roboh ternyata" Ungkap Angga (21) saksi mata

Petugas Rescue Damkar Tangsel yang menerima laporan, langsung terjun ke lokasi untuk melakukan proses evakuasi.

"Hari ini kami menerima laporan pohon tumbang, yang menelepon Damkar Penyelamatan Tangerang Selatan, maka kami meluncur kesini" Ujar M.Sigit Komandan Regu Bravo Dinas Pemadam dan Penyelamatan Kota Tangsel

Proses evakuasi juga sempat terhambat akibat banyak nya ratusan semut yang mengerubuti para petugas. Selama kurang dari satu jam, pohon tua berukuran besar itu akhirnya berhasil dievakuasi.

"Dalam proses evakuasi sendiri kami memiliki kesulitan, dimana para petugas dikerubuti banyak nya hewan yang ada dipohon itu, salah satu nya adalah semut merah" Lanjutnya.

Beruntung, tak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Pasalnya, pohon besar itu menimpa saat sang pemilik dan keluarganya sedang berada di dalam rumah.

(Red-adi sahroji)

Diduga Rem Blong, Sebuah Truk Kontainer Hilang Kendali Tabrak 8 Kendaraan di Ciputat

Kecelakaan beruntun terjadi di Jalan Dewi Sartika, Cipayung, Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel), Minggu (31/10/21) malam. Tabrakan beruntun itu terjadi sekitar pukul 22.30 WIB.

Kendaraan yang terlibat yakni seunit truk kontainer bernomor polisi B 9019 FNY, 6 mobil pribadi, satu unit taksi dan 2 sepeda motor.

Seluruh kendaraan yang terlibat berada dalam satu lajur yang mengarah dari Jakarta menuju Bogor, persis di turunan flyover di bagian depan Swalayan Ramayana Ciputat.

Sopir truk, Sawin (29), mengatakan dia tak mengira bagian rem kendaraannya mendadak blong begitu melintasi turunan flyover ciputat. Seketika truknya hilang kendali lalu menabrak seunit mobil di depannya hingga memicu tabrakan beruntun di lajur yang searah.

"Enggak tahu tadi normal aja, tapi pas turunan kok remnya blong. Langsung nabrak mobil di depan," katanya di lokasi.

Belum diketahui jumlah korban luka, namun menurut warga yang membantu evakuasi saat awal kejadian menyebut ada dua pengendara motor yang sempat terluka dan dilarikan ke rumah sakit.

Arus lalu lintas dari arah Jakarta menuju Bogor Mengalami Kemacetan.

Kejadian ditangani Satlantas Polres Tangerang Selatan, dan semua Kendaraan dibawa Ke Mapolres Tangerang Selatan.

(Red-Adi Sahroji)

Minggu, 16 Mei 2021

Warga Tangsel Buat Spanduk Protes untuk Pemudik: Jangan Sebarkan Virus di Kampung Kami


Sejumlah spanduk yang berisikan keresahan para warga kepada masyarakat yang tetap nekat mudik di tengah pandemi COVID-19, bertebaran di hampir seluruh wilayah Tangerang Selatan. 

Spanduk yang juga menjadi bentuk protes warga tersebut terlihat di sejumlah wilayah, seperti wilayah Pamulang, Ciputat, Ciputat Timur, hingga Pondok Aren.

Mayoritas spanduk buatan warga tersebut bertuliskan imbauan kepada pemudik agar bertanggung jawab dan tidak takut untuk melakukan tes usab atau swab test dan isolasi mandiri. 

Tujuannya, semata-mata untuk menghindari terjadinya penularan COVID-19. 

Seperti yang tertulis pada spanduk yang terpasang di sekitar Jalan Ki Hajar Dewantara, Ciputat.
"Ente berani mudik. Lokan be, ora berani swab. Jangan sebarkan virus di kampung ane," tulis warga pada selembar spanduk yang ditempelkan di pagar jalanan.

Ketua RW 09 Kelurahan Ciputat, Cecep Supriatna menjelaskan spanduk yang berisikan protes warganya itu dibuat karena adanya rasa kekhawatiran atas terjadinya pelonjakan kasus COVID-19 pascamudik lebaran 2021.

"Sesuai dengan arahan Menko PMK Muhajir Efendi, yang mewajibkan pemudik yang kembali ke tempat perantauan harus isolasi mandiri selama 5 x 24 jam," tutur Cecep, Minggu (16/5/2021).

Selain itu, wajib juga para pemudik beserta keluarganya untuk melakukan pemeriksaan COVID-19. 

"Untuk mengikuti Rapid test atau swab antigen. Sehingga dapat diketahui kondisi mereka," terangnya.

Ia berharap, agar spanduk tersebut dapat mengingatkan para pemudik yang telah nekat pulang ke kampung halaman untuk mematuhi regulasi yang ada. 

"Kita berharap bagi masyarakat yang pulang mudik mematuhi regulasi tersebut guna mengantisipasi dan mencegah penularan virus Corona atau COVID-19," pungkasnya.

GERAKAN RAKYAT INDONESIA BERSATU DPC TANGSEL KUTUK KERAS KEKEJAMAN ISRAEL ATAS PALESTINA


Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Marhadi mengutuk keras penyerangan Israel terhadap warga sipil Palestina, seperti yang tengah menjadi sorotan.

Mardex sapaan akrabnya menyatakan, Pemerintah Indonesia sepatutnya hadir melalui diplomasi terhadap kekejaman yang masih terus berlanjut, layaknya beberapa video video yang tersebar di dunia maya belakangan ini.
"Bahwa kami Grib DPC Tangsel atas nama kemanusiaan mengutuk keras kekejaman Israel yang melakukan serangan ke Palestina hingga menyebabkan banyaknya korban warga sipil baik dewasa dan anak anak," kata Mardex kepada Awak Media saat ditemui. Sabtu 15 Mei 2021.

"Kami berharap agar Pemerintah Indonesia dapat ikut serta dalam hal menghentikan kekejaman Israel, tentunya secara diplomasi. Karena tidak harus menjadi seorang muslim untuk mengutuk kekejaman Israel tersebut, tapi cukuplah menjadi seorang manusia," tambahnya.

Penyerangan yang dianggap brutal ditengah Hari Kemenangan Idul Fitri 1442 Hijriah tersebut, kata Mardex, membuktikan bahwa Israel telah kehilangan rasa kemanusiaan, dan toleransi terhadap umat muslim di Palestina.

"Penyerangan yang membabi buta tersebut, adalah bukti bahwa mereka (Israel) telah kehilangan rasa kemanusiaan. Terlebih, di Hari Raya Idul Fitri pun mereka masih melakukan penyerangan. Mereka tidak memiliki rasa toleransi terhadap umat muslim yang ada di Palestina," tegas Mardex.

Seperti dikutip dari laman Pikiran Rakyat Tasikmalaya , penyebab utama dalam kerusuhan baru-baru ini adalah pemukim Yahudi yang mengusir warga Palestina dari rumah mereka.


Kamis, 01 April 2021

Polres Tangsel Siap Antiseptik Potensi Gangguan Keamanan Selama Paskah

Polresta Tangerang Selatan (Tangsel) berupaya melakukan penebalan pengamanan terhadap potensi gangguan keamanan selama perayaan Trihari Suci dan Paskah. Hal itu dilakukan dengan melakukan penjagaan dan pengawasan di gereja-gereja yang digunakan untuk beribadah umat Kristiani.

“Kami ada penebalan pengamanan di semua gereja dan tempat ibadah yang digunakan untuk perayaan Trihari Suci dan Paskah. Karena kebetulan hari Jumat, Sabtu, Minggu, maka sekitar 200 personel gabungan polres dan polsek. Belum termasuk TNI,” kata Kapolres Tangsel AKBP Iman Imanuddin kepada wartawan, Rabu (31/3/2021).

Selain akan melakukan penebalan di gereja dan tempat ibadah, Iman menambahkan, Polresta Tangsel juga akan melakukan patroli rutin diseluruh wilayah Kota Tangsel.

“Ada yang memang penjagaan, standby di gereja-gereja atau rumah ibadah. Kemudian ada juga yang patroli, keliling. Namun secara rinci dimana lokasi dan titik-titik pengamannya, termasuk dengan melibatkan masyarakat dan pemuka agama,” ujar Iman.

Sementara itu, Polres Metro Tangerang juga mengaku siap melakukan penjagaan dan pengawasan gereja-gereja yang ada di Kota Tangerang. Hal ini mengantisipasi kemungkinan adanya gangguan sosial di masyarakat khususnya di wilayah tempat ibadah.

“Kita sejauh ini telah melakukan koordinasi dengan pengelola, pengurus dan romo serta pastor di gereja yang ada di Kota Tangerang terkait masalah pengamanan jelang perayaan Paskah, termasuk melibatkan muda-mudi gereja. Selain itu kita akan tingkatkan patroli rutin di masyarakat untuk mencegah kerawanan kejahatan,” kata Kasubag Humas Polres Metro Kota Tangerang, Kompol Abdul Rachim.

Sumber : Beritasatu.com

Kamis, 25 Februari 2021

Kecelakaan Maut di Pondok Cabe Tangerang Selatan, 3 orang meninggal dunia terlindas Truk.

Kecelakaan maut terjadi di Pondok Cabe, Tangerang Selatan pada Kamis, 25 Februari 2021. Dua balita diketahui tewas dalam kecelakaan tersebut.

Peristiwa itu berawal dari dua motor yang bersenggolan saat sedang melaju di Jalan Pondok Cabe. Salah satu motor yang berisi empat orang terdiri dari dua orang dewasa dan dua balita terjatuh setelah disenggol motor lainnya. Saat terjatuh ada truk melintas mengakibatkan mereka semua masuk ke dalam kolong truk.

"Yang kecil kayaknya usianya belom ada dua tahun yang satu lagi kayaknya lima tahun, saya lihat empat orang satu motor itu masuk ke kolong truk tapi yang terlindas dua anak kecil," Ungkap warga sekitar. 

Saat ini, kedua korban meninggal dibawa ke RSUP Fatmawati, Jakarta Selatan. Lalu lintas di kedua arah saat ini terpantau padat.

Sementara Kanit Lakalantas Polres Tangerang Selatan Inspektur Satu Budi Irawan mengatakan bahwa saat ini dua korban yang luka dalam kecelakaan maut itu dibawa ke rumah sakit Bhineka Bakti Husada untuk mendapatkan penanganan medis namun nyawa sang Ibu tidak dapat tertolong. "Sementara petugas saat ini sedang olah tempat terjadinya perkara," kata Budi.

Sementara hasil informasi yang kami dapat bahwa korban Warga Jl.Kayu Putih 2 Pondok Cabe Tangerang Selatan.

Kamis, 18 Februari 2021

Dua Bocah Ditemukan Tenggelam di Tandon, Satu Orang Meninggal Dunia


Dua bocah yaitu AA (3) dan MRA ditemukan tenggelam saat sedang bermain di Tandon, Jurang Mangu Barat, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Kamis, (18/02/2021) sekitar pukul 11.30 WIB.

Peristiwa berawal saat pintu Tandon dibuka untuk umum sekitar pukul 10.00 WIB. Kemudian seorang warga mendengar suara anak perempuan berteriak meminta tolong dari arah Tandon sekitar pukul 11.30 WIB.

Kemudian warga mengecek ke lokasi, ternyata dua bocah dengan kondisi sudah mengambang di Tandon. Dengan cepat warga menolong kedua bocah tersebut dan mengangkatnya ke pinggir Tandon.

Namun saat di evakuasi warga keduanya sudah dalam keadaan tak sadarkan diri. Warga sekitar berusaha memberikan pertolongan pertama, namun kedua korban masih belum sadarkan diri.

Mengetahui kondisi korban yang belum sadarkan diri warga bersama petugas yang berada di lokasi segera melarikan keduanya ke Puskesmas Petukangan, Jakarta Selatan.

Namun sayangnya, nyawa AA tidak dapat diselamatkan. Sementara MRA, saat ini masih dalam perawatan.

Camat Pondok Aren Makum Sagita mengatakan korban Muhamad Radja Aska (MRA) merupakan anak dari Muhammad Efendi dan Abdillah anak dari Dedy. “Iya, benar. Korban tenggelam di Tandon Jurbar,” ujarnya, Kamis (18/2/2021).

Dari penuturan warga sekitar, Adoy, mendapat kabar bocah tenggelam dari WhatsApp Group warga.

“Infonya sih bapaknya lagi nyari kutu air di Tandon Jurangmangu. Bapaknya gak lihat kalau anaknya nyebur. Kejadiannya tadi sebelum Zuhur. Ya, bapaknya lagi nyari kutu air,” Pungkasnya.

Redaksi IndonesiaParlemen.com

Kamis, 04 Februari 2021

Driver Ojol di Tangsel Kritis Dibakar Istri

Kristiana (53) diduga membakar tubuh Samsudin (47) hingga suaminya yang bekerja sebagai driver ojek online (ojol) mengalami luka bakar serius. Kejadian itu berlangsung di kediamannya, Jalan Sukamulya, Serua Indah, Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel), Kamis (4/2/2021) pukul 02.00 WIB di lantai 2 rumah korban.

"Anak saya teriak-teriak ada kebakaran, terus saya bangun keluar liat asap sama api di lantai atas rumahnya," kata Aslimun (53), tetangga sebelah rumah korban, Kamis (4/2/2021).

Dia berusaha menerobos membuka gerbang dan masuk ke rumah korban. Karena posisi gelap dan bau asap menyengat, Aslimun mengurungkan niat kemudian memanggil tetangga untuk memadamkan api.

“Waktu saya ke pintu belakang ternyata dia (korban) ada di bawah. Badannya udah kebakar semua, udah parah kondisinya," ucapnya.

Warga yang berdatangan lantas mengambil air untuk memadamkan api di lantai atas. Sebagian lain memberi pertolongan kepada Samsudin. "Korban dilariin ke rumah sakit terdekat. Nggak tahu karena apa, tapi memang itu udah lama si istrinya itu dibilang depresi sama cemburuan terus," kata Aslimun.

Ketua RT setempat Odih Sidin (61) menuturkan Samsudin tinggal bersama istri dan 2 anak gadisnya di rumah baru itu sekitar 2-3 tahun terakhir. Rumah mereka sebelumnya tergusur proyek tol lantas uang gusuran digunakan membangun rumah baru dengan 2 lantai.

Warga tak menemukan keberadaan istri korban di lokasi. Diduga perempuan yang mengalami depresi itu kabur meninggalkan rumah sesaat setelah membakar suaminya. Di lokasi ditemukan ada botol bensin dan pisau di kamar yang terbakar.

Sejak lama memang sang istri mengidap depresi. Selain itu, sering pula pertengkaran keduanya terjadi akibat isu berembus tentang perempuan lain. Padahal, warga mengenal Samsudin sebagai sosok baik dan aktif di lingkungan.

"Kalau ada perempuan lain saya kira sih nggak ya. Karena dia itu (korban) orangnya baik sama tetangga, sehari-harinya Gojek. Justru istrinya kita yang nggak pernah tahu bagaimana sifatnya karena jarang keluar, jarang ngobrol sama tetangga," jelasnya.

Kini pihak kepolisian masih menggali keterangan dari saksi-saksi di lokasi. Beberapa barang bukti telah diamankan.

Sumber : Sindonews.com

Senin, 25 Januari 2021

Penggali Kubur di TPU Jombang Tangsel Mogok Kerja, Begini Faktanya ;

Sejumlah penggali kubur khusus pasien COVID-19 di TPU Jombang, Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), dilaporkan mogok kerja. Mereka protes spontan, karena upahnya belum dibayar.

Kepala TPU Jombang, Tabroni mengatakan, hal itu terjadi karena ada miskomunikasi. Para pekerja mengira bayaran harian mereka tidak cair. Padahal, ada pergantian sistem pembayaran bagi para penggali kubur, dari harian menjadi mingguan.

"Tidak ada mogok. Hanya mis (miskomunikasi) aja. Biasa harian, sistem lama. Mau dibuat mingguan, sistem baru," kata Tabroni kepada SINDOnews diTPU Jombang, Ciputat, Tangsel, Senin (25/1/2021).

Para pekerja penggali kubur mendapat bayaran setiap lubang yang dibuat. Untuk setiap satu lubang, dibutuhkan lima pekerja dan dihargai Rp1 juta. Dalam sehari, mereka bisa menggali 5 lubang, dengan penghasilan Rp1 juta per orang.

"Per lubang Rp1 juta. Per Senin ini, dibuat per minggu. Hanya minta kepastian, jika per minggu. Sehari bisa Rp1 juta per satu orang. Ada mis saja. Biasa harian, diubah ke mingguan. Hitungannya tetap sama, per lubang," katanya.

Dilanjutkan Tabroni, informasi adanya perubahan sistem pembayaran dari harian ke mingguan itu memang mendadak.

"Ya, mendadak. Normal bang (tidak ada mogok). (Sekarang) galinya pakai beko. Jadi mereka hanya urug saja. Sudah agak ringan. Beko semua sekarang. Dari April sudah pakai beko," kata Tabroni.

Sumber : SindoNews

Minggu, 24 Januari 2021

#viral video pesawat jatuh dan terbakar di Bandara Pondok Cabe, ini faktanya ;

Video berdurasi 22 detik memperlihatkan kobaran api dengan asap hitam pekat mengepul ke udara pada Minggu (24/1/2021).

Kobaran api tersebut diketahui berada di area landasan pacu Bandara Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Banten.

Video yang akhirnya viral di media sosial itu menarasikan bahwa kobaran api itu setelah diduga ada pesawat yang terjatuh dan terbakar. 

Pengendara yang merekam video tersebut mengatakan bahwa benda yang terbakar merupakan sebuah pesawat yang jatuh saat terbang di atas Bandara Pondok Cabe.

"Terjadi kebakaran pesawat di lapangan (terbang) Pondok Cabe yang jatuh saat terjun bebas. Waduh, waduh, waduh," ujar pengendara tersebut.

Menaggapi video yang viral tersebut, Team Leader Airport Rescue Firefighter (ARFF), Yogi Prasetya, membantah bahwa kejadian tersebut merupakan kebakaran pesawat yang jatuh di landasan pacu Bandara Pondok Cabe.

"Dipastikan hoaks. Itu adalah salah satu program latihan rutin kami," ujar Yogi dikutip dari Kompas.com, Minggu (24/1/2021) malam.

Menurut Yogi, saat itu unit ARFF Bandara Pondok Cabe tengah melakukan latihan penyelamatan dan pemadaman kecelakaan pesawat.

Ia menyayangkan warga yang merekam video tersebut dengan narasi bahwa ada pesawat jatuh hingga terbakar di Bandara Pondok Cabe.

"Unit ARFF pada saat itu sedang melakukan latihan pemadaman dan menggunakan media api. Itu sudah menjadi agenda mingguan," ucap Yogi.

Menurut Yogi, benda yang terbakar itu bukan pesawat, melainkan tumpukan ban di dalam tong khusus dalam rangka simulasi pemadaman.

"Yang digunakan ialah ban bekas, dibakar dengan solar," kata Yogi.

Sumber : Kompas

Senin, 18 Januari 2021

Kisah pilu seorang anak berusia 10 tahun yang hidup sebatang kara akibat ganasnya Virus Covid-19


Sungguh malang nasib Aisyah Alusa. Anak usia 10 tahun itu kini hidup sebatang kara setelah sang ibu, Rina Darmakusumah (44) meninggal dunia pada Sabtu (16/1/2021) akibat reaktif Covid-19.

Ironisnya lagi, siswi kelas 4 SDN di wilayah Serua Ciputat itu kini dinyatakan positif Corona dan harus menjalani karantina di Rumah Lawan Covid (RLC-19) Kota Tangerang Selatan, Ciater Serpong.

Sementara, sang ayah sudah meninggal dunia delapan tahun silam. Keluarga Aisyah merupakan muallaf dan sudah empat tahun tinggal di sebuah kontrakan di Jalan Bhayangkara blok E 26 No 15, RT 01/18 Kelurahan Benda Baru Kecamatan Pamulang.

Ketua RW 18 Kelurahan Benda Baru Marliansyah A Baset, menuturkan, ibunda Aisyah yakni Almarhumah Rina adalah seorang muallaf. Dia sengaja memisahkan diri setelah muallaf karena keluarga mereka di Kedoya tidak setuju dengan tindakannya pindah agama.

Semasa hidupnya, demi untuk memperjuangkan anak semata wayang, almarhumah Rina bekerja sambil berjualan bisnis online.

“Semua barang milik tetangga dibantu dijual oleh almarhumah dengan berbekal motor tua Vario peninggalan suaminya,” tutur Baset kepada wartawan , Minggu (17/1/2021).

Namun, Allah SWT berkata lain. Baset menceritakan, perjuangan Rina hanya kandas akibat reaktif Covid-19. Terlebih saat ini menurut data Dinas Kesehatan Kota Tangsel, kasus Covid-19 telah melonjak hingga 35,40 persen. “Covid-19 telah menghentikan perjuangan almarhumah Rina,” tuturnya.

“Selamat jalan Bu Rina, Insya Allah Aisyah akan segera sembuh dan dapat melanjutkan perjuangan mu…aamiin,” ucap Baset.

Sementara, Aisyah yang kini hidup sebatangkara telah dilarikan ke rumah lawan Covid-19 di kawasan Tandon Ciater Serpong setelah hasil swab di RS Siloam Hospital dinyatakan positif Covid-19.

Ditanya soal sikap Baset beserta warga terhadap nasib hidup Aisyah ke depan, Baset mengungkapkan pihaknya akan menampung Yatim Piyatu tersebut dan akan menjamin seluruh biaya hidupnya.

“Insya Allah Aisyah akan saya tampung termasuk biaya pendidikan nya ke depan, untuk sekarang kita doakan semoga Aisyah lekas sembuh,” jawabnya.

Pihaknya juga akan terus memantau perkembangan Aisyah selama menjalani karantina mandiri di RLC. “Dari kita akan mantau setiap hari kesana sambil nganter makanan kesukaan dia,” pungkasnya.

Rabu, 13 Januari 2021

Puluhan Ribu Warga Miskin dan Rentan Tangsel tak Dapat BST

Sebanyak 70 ribu masyarakat miskin dan rentan yang ada di wilayah Tangerang Selatan (Tangsel) tidak mendapatkan bantuan sosial tunai (BST) senilai Rp 300 ribu dari Kementerian Sosial pada pembagian Januari 2021. Kepala Dinas Sosial Kota Tangsel, Wahyunoto Lukman mengatakan, hal itu lantaran adanya sejumlah kendala pada proses input data. 

Berdasarkan catatan Dinsos Tangsel, ada sekitar 160 ribu keluarga (KK) yang diusulkan oleh Dinsos Tangsel ke Kemensos sebagai calon penerima BST. Namun hanya 90.173 keluarga (KK) yang pada akhirnya meberima BST periode Januari 2021 ini. Artinya sekitar 70 ribu KK terancam tidak memperolehnya.

"Usulan Pemkot Tangsel, total dari DTKS (Data Terpadu Keluarga Sejahtera) 53 ribu an dan Non DTKS sekitar 101.000. Jadi total kurang lebih 160 ribuan usulan. Yang diterima baru 90 ribuan, karena bertahap," kata Wahyu, Rabu (13/1/2021).

Wahyu menjelaskan, adanya hambatan yang dialami, baik dalam proses input data maupun kendala server. Menurut penuturannya, penginputan data penerima bansos tidak mudah, terlebih terjadi transformasi bansos dari bentuk sembako menjadi tunai.

Dia menyebut, 90.173 KK yang terdaftar menjadi penerima BST merupakan data yang sudah terinput sejak awal. Adapun data sebanyak 70 ribu KK yang tidak terdaftar sebagai penerima BST masuk dalam gelombang terakhir proses penginputan. "90 Ribuan KK itu usulan dari awal, karena sejak transformasi dari bantuan pangan menjadi BST, kita harus menginput data ke Kemensos sejak akhir Desember 2020. Maka bertahap," terangnya.

Terkait data, Wahyu menambahkan, adanya data keluarga penerima manfaat (KPM) yang menerima bantuan double. Menurut penjelasannya, masyarakat hanya boleh mendapatkan satu jenis bantuan saja. Sehingga mereka yang terdaftar mendapatkan bantuan double terhapus.

Adapun kendala server terjadi seiring dengan banyaknya data se-Indonesia yang diinput di dalam sistem yang dimiliki Kemensos. Wahyu melanjutkan, meski kondisinya demikian, dia mengatakan masih terbuka terhadap adanya perubahan maupun penambahan jumlah penerima BST di wilayah Tangsel. Namun, hal itu baru bisa terealisasi setelah proses pencairan pada periode Januari 2021 selesai.

"Perubahan dan penambahannya setelah pencairan bulan Januari, akan diproses lagi jika ada data yang memang valid belum diakomodir," kata dia.